On This Page
Description
The sinister siblings, twins Edgar and Ellen, kidnap the pets of Nod's Limb's youngest citizens and turn them into "rare beasts" in hopes of making money to finance future pranks.Tags
Recommendations
Member Reviews
Kedua penipu ini masih muda. Tetapi level kejahatan mereka sudah menyerupai penjahat kelas kakap. Tak heran jika kedua orang tuanya justru meninggalkan mereka begitu lama. “Berkeliling dunia” alasannya. Tapi mereka tak juga kembali. Kini di rumah tinggi berwarna kelabu itu, hanya Edgar dan Ellen yang tersisa, bersama seorang penjaga rumah yang tak pernah bicara, bernama Heimertz dan seekor hewan aneh yang mereka beri nama Pet. Mereka tinggal di sebuah daerah buruk di kota Nod’s Limb, menjadi biang dari segala kenakalan.
Kali ini penduduk Nod’s Limb geger. Anak-anak menangis dan para orang tua pun panik. Hewan-hewan peliharaan mendadak hilang dan tak pernah berhasil ditemukan. Kemana perginya hewan-hewan itu? Tentu saja jika show more penduduk kota mengetahui segala rencana busuk Edgar dan Ellen, mereka akan langsung tahu bahwa hewan peliharaan merekalah yang kini terpajang di dalam kereta mainan tua milik kedua bocah nakal itu. Hewan-hewan itu sudah disamarkan dengan berbagai aksesoris dan cat, ditempeli label harga dan diberi nama-nama baru. Mereka menyebutnya sebagai hewan-hewan langka yang fantastis dan berharga mahal.
Tentu saja tidak ada yang membelinya. Selain karena bentuk hewan-hewan tersebut yang aneh, harganya yang luar biasa mahal membuat Edgar dan Ellen tak berhasil menjual barang satu hewan pun. Mereka sudah berpindah tempat tiga kali. Mencelakai para calon pembeli yang mencela barang dagangannya dan berdiri di tengah terik matahari. Tapi tak ada satu pun hasil yang bisa mereka dapat. Disaat terakhir mereka berpindah tempat berjualan, seorang ahli ilu hewan datang dan meminta mereka menyerahkan semua “hewan langka” tersebut secara gratis ke kebun binatang Nod’s Limb. Tentu saja mereka kesal bukan main. Mereka pun bertengkar hebat. Menjadi tontonan seluruh kota. Di tengah perkenalian tersebut, seekor ular Burma terbangun dalam kandang, melahap salah satu hewan dagangan, dan tercekik oleh aksesoris yang terpasang. Alhasil, perhatian seluruh kota tertuju pada hewan tersebut, menyadari bahwa seluruh hewan dalam pajangan adalah hewan peliharaan mereka yang diculik.
Alih-alih menjadi kaya raya, kedua bocah ini justru mendapat celaka. Seluruh penduduk kota memaki dan menyemprot mereka dengan air sehingga kedua bocah itu berkubang dalam lumpur. Mereka pun terpaksa pulang dengan langkah gontai dan kecewa. Menunggu saat yang tepat untuk kembali melakukan “keajaiban” lainnya. Seperti biasa, Pet, hewan aneh penuh bulu itu duduk di ruang keluarga, menonton televisi. Namun kali ini Edgar dan Ellen mengabaikannya. Tak ingin menjahilinya. Mereka tak sadar bahwa Pet-lah hewan langka yang sebenarnya.
Kisah Edgar dan Ellen sungguh klasik. Gaya ceritanya bisa disamakan dengan Roald Dahl. Kocak dan seringkali tidak masuk akal. Namun demikian, kisah-kisahnya tetap menarik dan tak terasa terlalu kekanak-kanakan. Layak untuk dipertimbangkan sebagai bahan bacaan ringan di kala senggang. show less
Kali ini penduduk Nod’s Limb geger. Anak-anak menangis dan para orang tua pun panik. Hewan-hewan peliharaan mendadak hilang dan tak pernah berhasil ditemukan. Kemana perginya hewan-hewan itu? Tentu saja jika show more penduduk kota mengetahui segala rencana busuk Edgar dan Ellen, mereka akan langsung tahu bahwa hewan peliharaan merekalah yang kini terpajang di dalam kereta mainan tua milik kedua bocah nakal itu. Hewan-hewan itu sudah disamarkan dengan berbagai aksesoris dan cat, ditempeli label harga dan diberi nama-nama baru. Mereka menyebutnya sebagai hewan-hewan langka yang fantastis dan berharga mahal.
Tentu saja tidak ada yang membelinya. Selain karena bentuk hewan-hewan tersebut yang aneh, harganya yang luar biasa mahal membuat Edgar dan Ellen tak berhasil menjual barang satu hewan pun. Mereka sudah berpindah tempat tiga kali. Mencelakai para calon pembeli yang mencela barang dagangannya dan berdiri di tengah terik matahari. Tapi tak ada satu pun hasil yang bisa mereka dapat. Disaat terakhir mereka berpindah tempat berjualan, seorang ahli ilu hewan datang dan meminta mereka menyerahkan semua “hewan langka” tersebut secara gratis ke kebun binatang Nod’s Limb. Tentu saja mereka kesal bukan main. Mereka pun bertengkar hebat. Menjadi tontonan seluruh kota. Di tengah perkenalian tersebut, seekor ular Burma terbangun dalam kandang, melahap salah satu hewan dagangan, dan tercekik oleh aksesoris yang terpasang. Alhasil, perhatian seluruh kota tertuju pada hewan tersebut, menyadari bahwa seluruh hewan dalam pajangan adalah hewan peliharaan mereka yang diculik.
Alih-alih menjadi kaya raya, kedua bocah ini justru mendapat celaka. Seluruh penduduk kota memaki dan menyemprot mereka dengan air sehingga kedua bocah itu berkubang dalam lumpur. Mereka pun terpaksa pulang dengan langkah gontai dan kecewa. Menunggu saat yang tepat untuk kembali melakukan “keajaiban” lainnya. Seperti biasa, Pet, hewan aneh penuh bulu itu duduk di ruang keluarga, menonton televisi. Namun kali ini Edgar dan Ellen mengabaikannya. Tak ingin menjahilinya. Mereka tak sadar bahwa Pet-lah hewan langka yang sebenarnya.
Kisah Edgar dan Ellen sungguh klasik. Gaya ceritanya bisa disamakan dengan Roald Dahl. Kocak dan seringkali tidak masuk akal. Namun demikian, kisah-kisahnya tetap menarik dan tak terasa terlalu kekanak-kanakan. Layak untuk dipertimbangkan sebagai bahan bacaan ringan di kala senggang. show less
In Rare Beasts Edgar and Ellen, a parentless brother and sister who live in a house overlooking a cemetery, enjoy wreaking havoc, doing mischief, pulling pranks, and being mischievous and naughty. But being bad can be expensive, so they come up with a moneymaking scheme: create and sell a menagerie of exotic, weird animals for beaucoup bucks. An amusing read with delightful illustrations.
My kids liked this book, but I don't know if it would have held their attention if I wasn't reading it to them. I know I was bored with it. The main characters Edgar and Ellen were horrible, but not in any kind of captivating way. The story dragged...I won't actively encourage revisiting the twins for future bedtime reads.
These read especially easy for YA lit. But the story is a great reflection for an adult. You can see just how sneaky these twins are and appreciate the trouble they get into. The morals learned are equally important for children, though.
Similar to the Series of Unfortunate Events, these two children concoct evil ways to wreck havoc on the towns underlings. When reading this series I thought of the Adamm's Family and Tim Burton films. Good illustrations. Charles Ogden has a sometimes great sense of humour best exemplified in his Pretty Good Poem written elsewhere.
Edgar & Ellen decide to make money by stealing all the pets in Nod's Limbs and turn them into "Rare Beasts"...then sell them back to the people of the town at an enormous price.... A plan that is sure to succeed.
Eh! not as good as the others I've read in the series.....
Eh! not as good as the others I've read in the series.....
This opening book is sure to win you over. The twins plan on creating their own rare beasts to sell. All though it doesn't go as planned, it will make you laugh out loud.
Members
- Recently Added By
Author Information
31 Works 1,388 Members
Some Editions
Series
Work Relationships
Is contained in
Common Knowledge
- Canonical title
- Rare Beasts
- Dedication
- Here is my dedication -- to Rick, for seeding all those trees years ago (I chopped them down for firewood),
to Sara, for sending me long johns to wear on the coldest days,
to Kat, for hunning,
to Trish,... (show all) for making sure I ate breakfast.
Sorry about those cuckoo wasps.
--Charles - First words
- The warm night air had a weight to it and hung over the town like a dirty wet dishcloth.
- Last words
- (Click to show. Warning: May contain spoilers.)Its dark, matted, greasy hairball of a body shambled off to bed, its single yellowish eye casting a faint glow as it disappeared into the shadows.
Classifications
Statistics
- Members
- 411
- Popularity
- 74,988
- Reviews
- 10
- Rating
- (3.40)
- Languages
- 5 — Dutch, English, French, Indonesian, Spanish
- Media
- Paper, Audiobook, Ebook
- ISBNs
- 20
- ASINs
- 1





























































